KOMUNIKASI ILAHIYAH
Sejak pagi di sibukan dengan masalah
Kini giliran untuk melaporkan masalah
Masalah apa saja yang sudah di seleai
Selanjutnya usahakan yang lebih mudah
Telah tiba waktu sholat untuk bermunajat
Memohon dan meminta segala kekurangan
Agar menjadi bahan pertimbagan kelak
Karena hidup butuh bantuan kekurangannya
Bila hidup tidak punya iman pasti sengsara
Akibatnya sengsara dunia dan ahirat celaka
Dalam hidup butuh bantuan sebab kekurangan
Tentu kepada siapa lagi kalau bukan kepadanya
Segala masalah bisa disampaikan kepadanya
Segala persoalan tidak ada yang tidak selesai
Segala kebutuhan yang di kehendaki dikabulkan
Syarat serta rukunnya saja di benahi agar benar
Shabar dan tawakkal bukan sekedar jadi slogan
Tapi jadikan prilaku hidup dalam keseharian
Setidaknya punya jaminan sebagai hamba Allah
Beriman dan bertaqwa serta berahklaqul karimah
Karena itu Allah berfirman qs. 2 : 45
Jadikanlah penolong sabar dan sholat
Karena ini pekerjaan yang sungguh berat
Kecuali bagi orang yang khusyu dan ta'at
Sabtu, 31 Agustus 2013
ASHAR
A- Asal shabar usahanya
S- shabar menghadapi cobaannya
H- hasilnya insya Allah di lipat gandakan
A- akan bermanfa'at dunia ahirat
R- rajin-rajin aje sholat dan zakatnya
Ane percaya ame KUN FA YA KUN
Makanye ane buru-buru ambil wudlu
Untuk bersujud tafakur dan tadabbur
Maklum ane takut kalau tersungkur
Belum sholat keburu nyawa di cabut
Sakarotul maut Masuk ke liang kubur
Ane gak mau kalau hidup kaya gitu
Mending ane jadi orang selalu jujur
Hidup mah gak harus bingung
Yang penting bisa ibadah
Beramal semampuhnya
Ama tetangga baikan
yuuu ahk !
sholat ashar
wassalam
A- Asal shabar usahanya
S- shabar menghadapi cobaannya
H- hasilnya insya Allah di lipat gandakan
A- akan bermanfa'at dunia ahirat
R- rajin-rajin aje sholat dan zakatnya
Ane percaya ame KUN FA YA KUN
Makanye ane buru-buru ambil wudlu
Untuk bersujud tafakur dan tadabbur
Maklum ane takut kalau tersungkur
Belum sholat keburu nyawa di cabut
Sakarotul maut Masuk ke liang kubur
Ane gak mau kalau hidup kaya gitu
Mending ane jadi orang selalu jujur
Hidup mah gak harus bingung
Yang penting bisa ibadah
Beramal semampuhnya
Ama tetangga baikan
yuuu ahk !
sholat ashar
wassalam
MAGHRIB
M- Menjelang malam siap siap melapor
A- Akan datang waktu isya segera makan
G- Gerak cepat lebih baik dari pada terlambat
H- Hadiri taklim untuk instrosfeksi diri
R- Rajin di masjid dan dzikir mengingat MATI
I - Ikuti nashiyat dan ta-at hanya kepada ALLAH
B- Berbaik sangkalah kepada Allah
Pesan sponsor ini di sampaikan dalam rangka
Menghisab diri dan keluarga dari siksa neraka
Sebelum mengajak orang lain benar beribadah
Semoga paparan ini bermanfa'at bisa jadi amal
Tentu amal yang di cintai dan ridloi Allah swt
Demikian wassalaam
M- Menjelang malam siap siap melapor
A- Akan datang waktu isya segera makan
G- Gerak cepat lebih baik dari pada terlambat
H- Hadiri taklim untuk instrosfeksi diri
R- Rajin di masjid dan dzikir mengingat MATI
I - Ikuti nashiyat dan ta-at hanya kepada ALLAH
B- Berbaik sangkalah kepada Allah
Pesan sponsor ini di sampaikan dalam rangka
Menghisab diri dan keluarga dari siksa neraka
Sebelum mengajak orang lain benar beribadah
Semoga paparan ini bermanfa'at bisa jadi amal
Tentu amal yang di cintai dan ridloi Allah swt
Demikian wassalaam
JUM'AT
J - Jadikan
U - Usaha
M - Menuju
A - Amalan
T - Taqwa
Sebab Jum'at
J - Jadi indah bila di usahan menuju taqwa
U - Usaha apapun yang penting halal
M - Meneg dengan baik agar tercapai tujuan
A - Aktivitas apapun di niatkan ibadah
T - Taqwa tujuan ahir dari kehidupan
Maka dengan Jum'at
J - Jelajah dunia usaha menuju taqwa
U - Usaha mewujudkan bahagia dunia ahirat
M - Memulai dari yang terkecil
A - Aktifkan seluruh jiwa mengabdi kepada Ilahi
T - Ta'at tunduk dan patuh pada ketentuan Ilahi
Jaminan Jum'at
Kebahagiaan akan didapat karena niat semata mencari ridlo Ilahi
Setelah mendapat bekal nilai taqwa yang disandang pribadinya.
Fantasiruu fil ardli wab taghuu min fadlillah.........
J - Jadikan
U - Usaha
M - Menuju
A - Amalan
T - Taqwa
Sebab Jum'at
J - Jadi indah bila di usahan menuju taqwa
U - Usaha apapun yang penting halal
M - Meneg dengan baik agar tercapai tujuan
A - Aktivitas apapun di niatkan ibadah
T - Taqwa tujuan ahir dari kehidupan
Maka dengan Jum'at
J - Jelajah dunia usaha menuju taqwa
U - Usaha mewujudkan bahagia dunia ahirat
M - Memulai dari yang terkecil
A - Aktifkan seluruh jiwa mengabdi kepada Ilahi
T - Ta'at tunduk dan patuh pada ketentuan Ilahi
Jaminan Jum'at
Kebahagiaan akan didapat karena niat semata mencari ridlo Ilahi
Setelah mendapat bekal nilai taqwa yang disandang pribadinya.
Fantasiruu fil ardli wab taghuu min fadlillah.........
==== JIHAD ====
J - Jembatan
I - iman
H - Hati
A - Ahirnya
D - Damai
Makna jihad adalah bersungguh-sungguh
Demi tercapainya tujuan yang di harapkan
Maka dengan menggunakan seluruh daya
Jiwa dan raga tercurah menjadi amal nyata
Sabda Rasul :
Umirtu an uqootilan naasa hatta yashadu
Anlaa ilaaha illahlah
Aku diperintah untuk memerangi manusia
Sehingga sadar bersaksi tidak ada Tuhan
Selain Allah
Maka Rasulullah saw. menganjurkan perang
Terhadap orang-orang musyrik munafiq dan
Terhadap orang-orang kafir.
Dan Allah swt.berfirman
Perangilah orang-orang kafir dengan jiwa dan
Harta-harta kalian.
Juga firmannya :
Orang - orang yang berhijrah dan berjihad
Dijalan Allah,mereka berbahagia......
Banyak ayat-ayat anjuran berjihad namun juga
Banyak yang menyelewengkan makna dari yang
Sebenarnya jihad.
Sehingga makna jihad jadi kabur alias tidak jelas
Dan ini upaya-upaya pengebirian agar ummat
Islam jadi dangkal dalam pemahamanya bahkan
sampai ada yang ALERGI
Keberhasilan YAHUDI cukup ampuh dalam upaya
Menakut nakuti Ummat Islam terlebih yang awam
Padahal perang melawan kebodohan pun jihad
Bahkan boleh jadi JIHAD sesungguhnya.
Terlebih dewasa ini Ummat Islam serba ketinggalan
Dari mulai Urusan terkecil sekalipun,sebagai contoh
Persoalan EKONOMI Ummat Islam lebih bangga
Dengan Produk Yahudi.
Dengan dalih/alasan yang di duga-duga dibuatnya
Padahal seharusnya Ummat Islam di larang memberi
Keuntungan bagi musuhnya.
Maka pantas perkataan sala seorang syaekhul islam
'Al-muslimu mahjuubun bil muslimiin'
Orang Islam tertutup oleh orang islam.
Melihat orang lain maju tapi tidak punya keinginan
Bahwa dirinya harus MAJU.
Ada pertanyaan menarik !
Mengapa ummat islam mundur sementara ummat
yang lain maju ?
Boleh jadi jawaban yang harus di telan pahit adalah
Karena ISLAM,
Diantara kebodohan UMMAT dan lemahnya ULAMA
Bila mana manusia tidak mau mengakui
Wallahu'alam
J - Jembatan
I - iman
H - Hati
A - Ahirnya
D - Damai
Makna jihad adalah bersungguh-sungguh
Demi tercapainya tujuan yang di harapkan
Maka dengan menggunakan seluruh daya
Jiwa dan raga tercurah menjadi amal nyata
Sabda Rasul :
Umirtu an uqootilan naasa hatta yashadu
Anlaa ilaaha illahlah
Aku diperintah untuk memerangi manusia
Sehingga sadar bersaksi tidak ada Tuhan
Selain Allah
Maka Rasulullah saw. menganjurkan perang
Terhadap orang-orang musyrik munafiq dan
Terhadap orang-orang kafir.
Dan Allah swt.berfirman
Perangilah orang-orang kafir dengan jiwa dan
Harta-harta kalian.
Juga firmannya :
Orang - orang yang berhijrah dan berjihad
Dijalan Allah,mereka berbahagia......
Banyak ayat-ayat anjuran berjihad namun juga
Banyak yang menyelewengkan makna dari yang
Sebenarnya jihad.
Sehingga makna jihad jadi kabur alias tidak jelas
Dan ini upaya-upaya pengebirian agar ummat
Islam jadi dangkal dalam pemahamanya bahkan
sampai ada yang ALERGI
Keberhasilan YAHUDI cukup ampuh dalam upaya
Menakut nakuti Ummat Islam terlebih yang awam
Padahal perang melawan kebodohan pun jihad
Bahkan boleh jadi JIHAD sesungguhnya.
Terlebih dewasa ini Ummat Islam serba ketinggalan
Dari mulai Urusan terkecil sekalipun,sebagai contoh
Persoalan EKONOMI Ummat Islam lebih bangga
Dengan Produk Yahudi.
Dengan dalih/alasan yang di duga-duga dibuatnya
Padahal seharusnya Ummat Islam di larang memberi
Keuntungan bagi musuhnya.
Maka pantas perkataan sala seorang syaekhul islam
'Al-muslimu mahjuubun bil muslimiin'
Orang Islam tertutup oleh orang islam.
Melihat orang lain maju tapi tidak punya keinginan
Bahwa dirinya harus MAJU.
Ada pertanyaan menarik !
Mengapa ummat islam mundur sementara ummat
yang lain maju ?
Boleh jadi jawaban yang harus di telan pahit adalah
Karena ISLAM,
Diantara kebodohan UMMAT dan lemahnya ULAMA
Bila mana manusia tidak mau mengakui
Wallahu'alam
Selamatan kehamilan,
seperti 3 bulanan atau 7 bulanan, tidak ada
dalam ajaran Islam. Itu
termasuk perkara baru dalam agama, dan
semua perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah
a/ sesat dan setiap yg sesat a/ di neraka tempat kembalinya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﻭَﻣُﺤْﺪَﺛَﺎﺕِ ﺍﻟْﺄُﻣُﻮﺭِ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٌ
Jauhilah semua perkara baru (dalam agama),
karena semua perkara baru (dalam agama)
adalah bid’ah, dan
semua bid’ah
merupakan kesesatan.
HR Abu Dawud, no.
4607; Tirmidzi, 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan
lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah.
Kemudian, jika
selamatan kehamilan tsbt disertai dengan keyakinan akan
membawa
keselamatan
dan kebaikan, dan
sebaliknya jika tidak dilakukan akan menyebabkan bencana atau keburukan, maka
keyakinan seperti itu merupakan
kemusyrikan. Karena
sesungguhnya
keselamatan dan
bencana itu hanya di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. Allah berfirman:
ﻗُﻞْ ﺃَﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻤْﻠِﻚُ ﻟَﻜُﻢْ ﺿَﺮًّﺍ ﻭَﻻَ
ﻧَﻔْﻌًﺎ ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠﻴِﻢُ
Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah
selain daripada Allah,sesuatu yang tidak
dapat memberi
mudharat kpdmu
dan tidak (pula)
memberi manfa'at?".
Dan Allah-lah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS Al-Maidah : 76.
Demikian juga dengan
pembacaan diba’ pada saat perayaan tersebut,
ataupun lainnya, tidak ada dasarnya dalam
ajaran Islam. Karena pada di zaman Nabi
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan
para sahabat, diba itu tidak ada. Diba’ yang dimaksudkan ialah
Maulid Ad Daiba’ii, buku yang berisi kisah kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam,dan
pujian serta sanjungan kepada Beliau. Banyak
pujian tersebut yang ghuluw (berlebihan,
melewati batas).
Misalnya seperti
perkataan:
ﻓَﺠْﺮِﻱُّ ﺍﻟْﺠَﺒِﻴْﻦِ ﻟَﻴْﻠِﻲُّ
ﺍﻟﺬَّﻭَﺁﺋِﺐِ
* ﺍَﻟْﻔِﻲُّ ﺍﻟْﺄََﻧْﻒِ ﻣِﻴْﻤِﻲُّ ﺍﻟْﻔَﻢِ
ﻧُﻮْﻧِﻲُّ ﺍﻟْﺤَﺎﺟِﺐِ *
ﺳَﻤْﻌُﻪُ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﺻَﺮِﻳْﺮَ ﺍﻟْﻘَﻠَﻢِ ﺑَﺼَﺮُﻩُ ﺇِﻟﻲَ ﺍﻟﺴَّﺒْﻊِ ﺍﻟﻄِّﺒَﺎﻕِ ﺛَﺎﻗِﺐٌ *
Dahi Beliau (Nabi
Muhammad S.A.W)
seperti fajar,rambut
depan Beliau seperti malam, hidung Beliau
berbentuk (huruf) alif,mulut Beliau berbentuk
(huruf) mim, alis Beliau berbentuk (huruf) nun,
pendengaran Beliau mendengar suara qolam
(pena yang menulis taqdir), pandangan
Beliau menembus tujuh lapisan (langit atau bumi).
Kalimat“pendengaran Beliau mendengar suara
qolam (pena yang
menulis taqdir)”, jika yang dimaksudkan pada saat mi’raj saja,memang benar,sebagaimana telah disebutkan di dalam hadits2 tentang mi’raj. Namun jika
setiap saat, maka ini merupakan kalimat yang melewati batas.
Padahal nampaknya,
demikian inilah yang dimaksudkan, dengan dalil kalimat berikutnya,
yaitu kalimat
“pandangan Beliau menembus tujuh lapisan
(langit atau bumi)”. Dan kalimat kedua ini juga
pujian ghuluw
(melewati
batas). Karena
sesungguhnya Nabi Muhammad S.A.W tidak
mengetahui perkara ghaib. Yang mengetahui
perkara ghaib hanyalah Allah Azza wa Jalla .
Allah berfirman:
ﻗُﻞ ﻻَّ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﻦ ﻓِﻲ
ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺽِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻣَﺎ ﻳَﺸْﻌُﺮُﻭﻥَ ﺃَﻳَّﺎﻥَ ﻳُﺒْﻌَﺜُﻮﻥَ
Katakanlah: "Tidak ada
seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali
Allah", dan mereka
tidak mengetahui bila mereka
akan dibangkitkan. QS.
An Naml : 65.
‘Aisyah Radhiyallahu
'anha, istri Nabi
S.A.W, pernah
menerima tuduhan keji
pada peristiwa
“haditsul ifk”. Dan Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam tidak mengetahui kebenaran
tuduhan tersebut,
sampai kemudian turun pemberitaan dari Allah dalam surat An Nuur yang membersihkan
‘Aisyah dari tuduhan keji
tersebut. Dan buku Maulid Ad Daiba’ii berisi
hadits tentang Nur (cahaya) Muhammad
S.A.W, yang termasuk hadits palsu.
Dalam peristiwa
Bai’atur Ridhwan, Nabi Muhammad S.A.W tidak
mengetahui hakikat berita kematian Utsman
bin ‘Affan Radhiyallahu
'anhu , sehingga
terjadilah Bai’atur
Ridhwan. Namun
ternyata, waktu itu Utsman Radhiyallahu
'anhu masih hidup.
Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala
memerintahkan
RasulNya untuk
mengumumkan:
ﻗُﻞ ﻵﺃَﻗُﻮﻝُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋِﻨﺪِﻯ
ﺧَﺰَﺁﺋِﻦُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻵﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ
Katakanlah: "Aku tidak mengatakan
kepadamu,bahwa perbendaharaan
Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib”.
QS Al An’am : 50
Berdasarkan penjelasan
tersebut di atas,
bagaimana mungkin seseorang boleh
mengatakan
“pandangan Beliau menembus tujuh lapisan
(langit atau bumi)”?
Semoga jawaban ini cukup bagi kita.
Kesimpulan yang dapat kita ambil, bahwa selamatan kehamilan
dan pembacaan diba’ termasuk perbuatan
maksiat, karena
termasuk bid’ah.
seperti 3 bulanan atau 7 bulanan, tidak ada
dalam ajaran Islam. Itu
termasuk perkara baru dalam agama, dan
semua perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah
a/ sesat dan setiap yg sesat a/ di neraka tempat kembalinya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﻭَﻣُﺤْﺪَﺛَﺎﺕِ ﺍﻟْﺄُﻣُﻮﺭِ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٌ
Jauhilah semua perkara baru (dalam agama),
karena semua perkara baru (dalam agama)
adalah bid’ah, dan
semua bid’ah
merupakan kesesatan.
HR Abu Dawud, no.
4607; Tirmidzi, 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan
lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah.
Kemudian, jika
selamatan kehamilan tsbt disertai dengan keyakinan akan
membawa
keselamatan
dan kebaikan, dan
sebaliknya jika tidak dilakukan akan menyebabkan bencana atau keburukan, maka
keyakinan seperti itu merupakan
kemusyrikan. Karena
sesungguhnya
keselamatan dan
bencana itu hanya di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. Allah berfirman:
ﻗُﻞْ ﺃَﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻤْﻠِﻚُ ﻟَﻜُﻢْ ﺿَﺮًّﺍ ﻭَﻻَ
ﻧَﻔْﻌًﺎ ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠﻴِﻢُ
Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah
selain daripada Allah,sesuatu yang tidak
dapat memberi
mudharat kpdmu
dan tidak (pula)
memberi manfa'at?".
Dan Allah-lah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS Al-Maidah : 76.
Demikian juga dengan
pembacaan diba’ pada saat perayaan tersebut,
ataupun lainnya, tidak ada dasarnya dalam
ajaran Islam. Karena pada di zaman Nabi
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan
para sahabat, diba itu tidak ada. Diba’ yang dimaksudkan ialah
Maulid Ad Daiba’ii, buku yang berisi kisah kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam,dan
pujian serta sanjungan kepada Beliau. Banyak
pujian tersebut yang ghuluw (berlebihan,
melewati batas).
Misalnya seperti
perkataan:
ﻓَﺠْﺮِﻱُّ ﺍﻟْﺠَﺒِﻴْﻦِ ﻟَﻴْﻠِﻲُّ
ﺍﻟﺬَّﻭَﺁﺋِﺐِ
* ﺍَﻟْﻔِﻲُّ ﺍﻟْﺄََﻧْﻒِ ﻣِﻴْﻤِﻲُّ ﺍﻟْﻔَﻢِ
ﻧُﻮْﻧِﻲُّ ﺍﻟْﺤَﺎﺟِﺐِ *
ﺳَﻤْﻌُﻪُ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﺻَﺮِﻳْﺮَ ﺍﻟْﻘَﻠَﻢِ ﺑَﺼَﺮُﻩُ ﺇِﻟﻲَ ﺍﻟﺴَّﺒْﻊِ ﺍﻟﻄِّﺒَﺎﻕِ ﺛَﺎﻗِﺐٌ *
Dahi Beliau (Nabi
Muhammad S.A.W)
seperti fajar,rambut
depan Beliau seperti malam, hidung Beliau
berbentuk (huruf) alif,mulut Beliau berbentuk
(huruf) mim, alis Beliau berbentuk (huruf) nun,
pendengaran Beliau mendengar suara qolam
(pena yang menulis taqdir), pandangan
Beliau menembus tujuh lapisan (langit atau bumi).
Kalimat“pendengaran Beliau mendengar suara
qolam (pena yang
menulis taqdir)”, jika yang dimaksudkan pada saat mi’raj saja,memang benar,sebagaimana telah disebutkan di dalam hadits2 tentang mi’raj. Namun jika
setiap saat, maka ini merupakan kalimat yang melewati batas.
Padahal nampaknya,
demikian inilah yang dimaksudkan, dengan dalil kalimat berikutnya,
yaitu kalimat
“pandangan Beliau menembus tujuh lapisan
(langit atau bumi)”. Dan kalimat kedua ini juga
pujian ghuluw
(melewati
batas). Karena
sesungguhnya Nabi Muhammad S.A.W tidak
mengetahui perkara ghaib. Yang mengetahui
perkara ghaib hanyalah Allah Azza wa Jalla .
Allah berfirman:
ﻗُﻞ ﻻَّ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﻦ ﻓِﻲ
ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺽِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻣَﺎ ﻳَﺸْﻌُﺮُﻭﻥَ ﺃَﻳَّﺎﻥَ ﻳُﺒْﻌَﺜُﻮﻥَ
Katakanlah: "Tidak ada
seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali
Allah", dan mereka
tidak mengetahui bila mereka
akan dibangkitkan. QS.
An Naml : 65.
‘Aisyah Radhiyallahu
'anha, istri Nabi
S.A.W, pernah
menerima tuduhan keji
pada peristiwa
“haditsul ifk”. Dan Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam tidak mengetahui kebenaran
tuduhan tersebut,
sampai kemudian turun pemberitaan dari Allah dalam surat An Nuur yang membersihkan
‘Aisyah dari tuduhan keji
tersebut. Dan buku Maulid Ad Daiba’ii berisi
hadits tentang Nur (cahaya) Muhammad
S.A.W, yang termasuk hadits palsu.
Dalam peristiwa
Bai’atur Ridhwan, Nabi Muhammad S.A.W tidak
mengetahui hakikat berita kematian Utsman
bin ‘Affan Radhiyallahu
'anhu , sehingga
terjadilah Bai’atur
Ridhwan. Namun
ternyata, waktu itu Utsman Radhiyallahu
'anhu masih hidup.
Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala
memerintahkan
RasulNya untuk
mengumumkan:
ﻗُﻞ ﻵﺃَﻗُﻮﻝُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋِﻨﺪِﻯ
ﺧَﺰَﺁﺋِﻦُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻵﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ
Katakanlah: "Aku tidak mengatakan
kepadamu,bahwa perbendaharaan
Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib”.
QS Al An’am : 50
Berdasarkan penjelasan
tersebut di atas,
bagaimana mungkin seseorang boleh
mengatakan
“pandangan Beliau menembus tujuh lapisan
(langit atau bumi)”?
Semoga jawaban ini cukup bagi kita.
Kesimpulan yang dapat kita ambil, bahwa selamatan kehamilan
dan pembacaan diba’ termasuk perbuatan
maksiat, karena
termasuk bid’ah.
Langganan:
Postingan (Atom)